S1 Ilmu Komunikasi
S1 Ilmu Komunikasi
Akrediatasi C
Masa Studi:
– Lulusan SMA/SMK: 8 Semester dalam 4 Tahun
– Lulusan D3/Akademi: Beban studi 48 sks dala, 3 Semester (1,5 Tahun)
Ilmu komunikasi adalah ilmu yang mempelajari suatu pengamatan
terhadap produksi, proses dan pengaruh dari sistem-sistem tanda dan
lambang melalui pengembangan teori-teori yang dapat diuji dan
digeneralisasikan dengan tujuan menjelaskan fenomena yang berkaitan
dengan produksi, proses dan pengaruh dari sistem-sistem tanda dan
lambang tersebut.
Kompetensi S1 Ilmu Komunikasi
Lulusan Program Studi Ilmu Komunikasi dibekali dengan kemampuan,
ketrampilan, etika, dan pengetahuan tentang konsep-konsep dasar,
teori-teori ilmu komunikasi dan studi-studi media, mampu memberikan
analisis kritikal, menguasai aplikasi media kreatif, kemampuan
manajerial serta metodologi sehingga mampu memahami dan menjelaskan
permasalahan-permasalahan dalam masyarakat dan mampu merumuskan
alternatif penyelesaian dari prespektif komunikasi dan studi media;
memiliki kemampuan mengidentifikasi, menganalisis secara kritis dan
mensintesis fenomena komunikasi dan media dalam masyarakat; memiliki
kemampuan mengelola kampanye marketing, public relations, sosial dan
politik yang efektif dengan mendasarkan pada prinsip manajemen modern
yang terukur dan bisa dipertanggungjawabkan.
Kompetensi dasar Sarjana Ilmu Komunikasi adalah memiliki kualitas dan
integritas intelektual; berdaya saing tinggi baik secara akademis
maupun moral; mampu menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan;
menyadari bahwa ilmu pengetahuan selalu maju dan berkembang; mampu
menelusuri dan mendapatkan informasi ilmiah; mengetahui cara dan dapat
terus-menerus belajar; dalam menangani tiap masalah, mampu mengungkap
struktur dan inti persoalan serta menetapkan prioritas tahapan-tahapan
penyelesaiannya; mengetahui dan dapat memanfaatkan kegunaan teknologi
informasi; dapat menerapkan ilmu dan pengetahuan; cakap dan terampil
dalam bidang ilmu komunikasi, hubungan masyarakat, dan periklanan; dapat
menyelesaikan masalah secara logika, memanfaatkan data/informasi yang
tersedia; dapat menggunakan konsep-konsep untuk menerangkan hal-hal yang
tidak/kurang jelas; mampu mandiri dalam kerja dan upaya; mampu aktif
berperan-serta dalam kelompok kerja; mampu berkomunikasi dengan para
pakar dalam bidang keahlian lain dan memanfaatkan bantuan mereka; mampu
memanfaatkan secara efektif sumber-sumber daya yang ada; mampu memulai
rintisan pembentukan unit wirausaha di bidang ilmu komunikasi dan/atau
hubungan masyarakat dan/atau periklanan, mampu mengikuti perkembangan
baru di bidang ilmu komunikasi, hubungan masyarakat, dan periklanan,
melaksanakan penelitian, atau mengikuti program studi di tingkat lebih
lanjut.
Sarjana Ilmu Komunikasi memiliki kompetensi mengimplementasikan
konsep, teori, metodologi ilmu komunikasi dan studi media serta
mengembangkan kemampuan manajerial strategis serta kreatif media untuk
kepentingan pembangunan, penyusunan kebijakan dan pemberdayaan
masyarakat; memiliki kemampuan melakukan penelitian di bidang komunikasi
massa secara umum, bidang kebijakan regulasi media secara khusus dan
mampu menghasilkan kebijakan regulasi media secara internal maupun
eksternal yang selaras dengan kepentingan sosial, ekonomi, politik,
kultural yang berlaku.
Untuk peminatan/konsentrasi Hubungan Masyarakat/Humas (Public Relations / PR) :
Selain kompetensi seperti uraian tersebut di atas, Lulusan Ilmu
Komunikasi juga dibekali dengan pengetahuan, kemampuan, etika profesi,
dan ketrampilan untuk menciptakan pengertian publik yang lebih baik
sehingga dapat memperdalam kepercayaan publik terhadap suatu individu
atau organisasi; memberikan informasi, mendidik, meyakinkan, meraih
simpati, dan membangkitkan ketertarikan masyarakat akan sesuatu atau
membuat masyarakat mengerti dan menerima sebuah situasi; membawa
individu ataupun organisasi menjadi populer, berkembang pesat, solid,
dan mendapat dukungan; secara internal organisasi menjadi pusat
informasi organisasi sehingga mampu mendinamisasi, motivator dan
menciptakan iklim organisasi yang kondusif sesuai dengan tuntutan zaman;
secara eksternal organisasi menjadi manager komunikasi dalam menghadapi
pers dan masyarakat; dan membuat program-program dalam mengambil
tindakan secara sengaja dan terencana dalam upaya-upayanya
mempertahankan, menciptakan, dan memelihara pengertian bersama antara
organisasi dan masyarakatnya. Juga memiliki kemampuan menyusun
perencanaan dan melakukan analisis atas problema komunikasi kehumasan
yang berorientasi kepada customer relation management; mampu menjadi
tenaga profesional yang handal di bidang pemasaran dan kehumasan dalam
komunikasi publik media massa dan multimedia
Untuk peminatan/konsentrasi Periklanan (Advertising) :
Selain kompetensi seperti uraian tersebut di atas, Lulusan Ilmu
Komunikasi juga dibekali dengan pengetahuan, kemampuan, etika profesi,
dan ketrampilan untuk menerapkan strategi kreatif periklanan dan
strategi pemasaran; merancang ilustrasi, sketsa dan topografi
periklanan; menggunakan komputer dalam membuat desain komunikasi visual,
desain grafis dan animasi periklanan; menggunakan dan memahami teknik
kamera elektronik, melakukan recording dan editing, membuat fotografi
periklanan, memproduksi iklan cetak dan elektronik, membuat copywriting,
visualisasi dan story board, dan selanjutnya mengolahnya menjadi alat
promosi berupa iklan media cetak, televisi, radio, brosur, poster,
flyer, billboard, dsb.
Untuk peminatan/konsentrasi Penyiaran (Broadcasting) :
Selain kompetensi seperti uraian tersebut di atas, Lulusan Ilmu
Komunikasi juga dibekali dengan pengetahuan, kemampuan, etika profesi,
dan ketrampilan untuk mengkomunikasikan suatu karya cipta dan informasi
kepada masyarakat luas yang dikemas dalam bentuk siaran; memiliki
kemampuan komunikasi pemasaran, dan mampu membuat strategi periklanan
yang efektif di media publikasi; mampu menyusun rencana kerja redaksi
lembaga broadcasting yang berazaskan kaidah-kaidah kepenyiaran; mampu
mengolah bahan berita, dan menyajikannya di media massa cetak dan
elektronik; memiliki kualifikasi sebagai praktisi profesional di bidang
kepenyiaran yang berwawasan pragmatis, berjiwa wirausaha, bersikap
inovatif, kreatif, produktif dan memiliki kemampuan analitis.
Untuk peminatan/konsentrasi Jurnalistik :
Selain kompetensi seperti uraian tersebut di atas, Lulusan Ilmu
Komunikasi juga dibekali dengan pengetahuan, kemampuan, etika profesi,
dan ketrampilan untuk menghimpun berita, mencari fakta dan melaporkan
peristiwa melalui pengumpulan, penulisan, penafsiran, pemrosesan, dan
penyebaran informasi, pendapat pemerhati secara sistematis dan dapat
dipercaya untuk diterbitkan dan dipublikasikan pada surat kabar,
majalah, dan media massa lainnya; memiliki kemampuan untuk membuat
interpretasi dan memberikan pendapat yang didasarkan pada isi berita;
serta dibekali dengan pemahaman bahwa dalam jurnalistik selalu harus ada
unsur kesegaran waktu (timeliness atau aktualitas).
Profession and Career Graduates of S1 Ilmu Komunikasi
Sarjana Ilmu Komunikasi dapat bekerja dan berkarir di semua jenis
perusahaan (lokal, nasional/regional, maupun multinasional), semua
lembaga pemerintah dan non pemerintah termasuk LSM, Badan Usaha Milik
Negara (BUMN), semua departemen, lembaga keuangan, lembaga pelayanan
publik (swasta maupun pemerintah), media penyiaran, media periklanan,
industri pertelevisian, perfilman, rumah produksi (production house),
industri media cetak (koran, tabloid, majalah), media elektronik (TV,
radio, internet) sebagai tenaga profesional, praktisi dan konsultan
PR/Humas, konsultan periklanan, konsultan penyiaran, konsultan
jurnalistik, sebagai media planner, account executive, art/creative
director, copywriter, presenter, television broadcaster, radio
broadcaster, producer, professional master of ceremony, MC Professional,
jurnalis, reporter, wartawan, peneliti, anggota DPR / DPRD,
akademisi/dosen, pemimpin/manajer, pengamat komunikasi publik, pengamat
komunikasi politik, pengamat media, pemerintah dan pengamat
masalah-masalah dan fenomena komunikasi yang terjadi di masyarakat,
koresponden, pengamat humas pemerintah, dsb.
Menjadi dosen/pengajar/peneliti bidang ilmu komunikasi di PTN/PTS
atau pusat-pusat pendidikan dan pelatihan (pusdiklat), atau peneliti di
Lembaha-lembaga Riset, Rating, Survei.
Berwiraswasta (Entreprenuer) dengan mendirikan perusahaan periklanan,
perusahaan media massa, perusahaan penyiaran, media periklanan, media
penyiaran, media cetak (koran, tabloid, majalah, media elektronik (TV,
radio, internet), konsultan hubungan masyarakat, konsultan periklanan,
konsultan penyiaran, konsultan jurnalistik, dsb.
Komentar
Posting Komentar